<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>chrees&#039;s25</title>
	<atom:link href="http://deena25.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://deena25.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 02:57:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='deena25.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>chrees&#039;s25</title>
		<link>http://deena25.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://deena25.wordpress.com/osd.xml" title="chrees&#039;s25" />
	<atom:link rel='hub' href='http://deena25.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ToKoH</title>
		<link>http://deena25.wordpress.com/2009/10/26/tokoh/</link>
		<comments>http://deena25.wordpress.com/2009/10/26/tokoh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 03:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deena25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deena25.wordpress.com/2009/10/26/tokoh/</guid>
		<description><![CDATA[KI HAJAR DEWANTARA Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=28&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KI HAJAR DEWANTARA</p>
<p>Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.</p>
<p>Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.<span id="more-28"></span></p>
<p> </p>
<p>Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.</p>
<p>Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.</p>
<p>Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.</p>
<p>Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi:</p>
<p>&#8220;Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.</p>
<p>Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun&#8221;.</p>
<p>Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka.</p>
<p>Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.</p>
<p>Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.</p>
<p>Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte.<br />
Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.</p>
<p>Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.</p>
<p>Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.</p>
<p>Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.</p>
<p>Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.</p>
<p>Setelah zaman kemedekaan, Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.</p>
<p>Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.</p>
<p>Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa, didirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.</p>
<p>Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.</p>
<p>Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deena25.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deena25.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deena25.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deena25.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deena25.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deena25.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deena25.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deena25.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deena25.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deena25.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deena25.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deena25.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deena25.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deena25.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=28&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deena25.wordpress.com/2009/10/26/tokoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81117d43dbc148e3ee0b71b5578f8714?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deena25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA</title>
		<link>http://deena25.wordpress.com/2009/09/19/daerah-istimewa-yogyakarta/</link>
		<comments>http://deena25.wordpress.com/2009/09/19/daerah-istimewa-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 03:21:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deena25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deena25.wordpress.com/2009/09/19/daerah-istimewa-yogyakarta/</guid>
		<description><![CDATA[Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) dan seringkali disingkat DIY adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah. Daerah tersebut terkena bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 yang mengakibatkan 1,2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=10&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) dan seringkali disingkat DIY adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah. Daerah tersebut terkena bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 yang mengakibatkan 1,2 juta orang tidak memiliki rumah.<br />
Propinsi DI. Yogyakarta memiliki lembaga pengawasan pelayanan umum bernama Ombudsman Daerah Yogyakarta yang dibentuk dengan Keputusan Gubernur DIY. Sri Sultan HB X pada tahun 2004.</p>
<p><span id="more-10"></span><br />
Sejarah</p>
<p>Yogyakarta sebelum tahun 1945 dengan enklave-enklave Surakarta dan Mangkunagaran<br />
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.<br />
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.<br />
&#8220;Sejarah Awal Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta&#8221;<br />
Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indische setelah kekalahan Jepang.<br />
Pada saat itu kekuasaan Kasultanan Yogyakarta meliputi:<br />
1. Kabupaten Kota Yogyakarta dengan bupatinya KRT Hardjodiningrat,<br />
2. Kabupaten Sleman dengan bupatinya KRT Pringgodiningrat,<br />
3. Kabupaten Bantul dengan bupatinya KRT Joyodiningrat,<br />
4. Kabupaten Gunungkidul dengan bupatinya KRT Suryodiningrat,<br />
5. Kabupaten Kulonprogo dengan bupatinya KRT Secodiningrat.<br />
Sedangkan kekuasaan Praja Paku Alaman meliputi:<br />
1. Kabupaten Kota Paku Alaman dengan bupatinya KRT Brotodiningrat,<br />
2. Kabupaten Adikarto dengan bupatinya KRT Suryaningprang.<br />
Dengan memanfaatkan momentum terbentuknya Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta pada 29 Oktober 1945 dengan ketua Moch Saleh dan wakil ketua S. Joyodiningrat dan Ki Bagus Hadikusumo, maka sehari sesudahnya, semufakat dengan Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta, Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan dekrit kerajaan bersama (dikenal dengan Amanat 30 Oktober 1945 ) yang isinya menyerahkan kekuasaan Legeslatif pada Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta. Mulai saat itu pula kedua penguasa kerajaan di Jawa bagian selatan mengeluarkan dekrit bersama dan memulai persatuan dua kerajaan.<br />
Semenjak saat itu dekrit kerajaan tidak hanya ditandatangani kedua penguasa monarki melainkan juga oleh ketua Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta sebagai simbol persetujuan rakyat. Perkembangan monarki persatuan mengalami pasang dan surut. Pada 18 Mei 1946, secara resmi nama Daerah Istimewa Yogyakarta mulai digunakan dalam urusan pemerintahan menegaskan persatuan dua daerah kerajaan untuk menjadi sebuah daerah istimewa dari Negara Indonesia. Penggunaan nama tersebut ada di dalam Maklumat No 18 tentang Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta Pemerintahan monarki persatuan tetap berlangsung sampai dikeluarkannya UU No 3 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengukuhkan daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman adalah bagian integral Negara Indonesia.<br />
&#8220;(1) Daerah yang meliputi daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman ditetapkan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Daerah Istimewa Yogyakarta adalah setingkat dengan Provinsi.&#8221;(Pasal 1 UU No 3 Tahun 1950)[2][3]</p>
<p><!--more--><br />
Pemerintahan<br />
Umum<br />
Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Dasar filosofi yang lain adalah Hamangku-Hamengku-Hamengkoni, Tahta Untuk Rakyat, dan Tahta untuk Kesejahteraan Sosial-kultural.<br />
Provinsi<br />
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta secara legal formal dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 3) dan UU Nomor 19 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 48) yang diberlakukan mulai 15 Agustus 1950 dengan PP Nomor 31 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 58).<br />
UU Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai isi yang sangat singkat dengan 7 pasal dan sebuah lampiran daftar kewenangan otonomi. UU tersebut hanya mengatur wilayah dan ibu kota, jumlah anggota DPRD, macam kewenangan Pemerintah Daerah Istimewa, serta aturan-aturan yang sifatnya adalah peralihan.<br />
UU Nomor 19 Tahun 1950 sendiri adalah revisi dari UU Nomor 3 Tahun 1950 yang berisi penambahan kewenangan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta.<br />
Status Yogyakarta pada saat pembentukan adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi. Baru pada 1965 Yogyakarta dijadikan Provinsi seperti provinsi lain di Indonesia.<br />
Kabupaten/Kota<br />
Pembentukan</p>
<p>Prov. DIY tahun 2007 beserta Kab/Kota di lingkungannya<br />
Pembagian Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kabupaten -kabupaten dan kota yang berotonomi dan diatur dengan UU Nomor 15 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 44) dan UU Nomor 16 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 45). Kedua undang-undang tersebut diberlakukan dengan PP Nomor 32 Tahun 1950 ( Berita Negara Tahun 1950 Nomor 59) yang mengatur Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kabupaten-kabupaten:<br />
1. Bantul beribukota di Bantul<br />
2. Sleman beribukota di Beran<br />
3. Gunungkidul beribukota di Wonosari<br />
4. Kulon Progo beribukota di Sentolo<br />
5. Adikarto beribukota di Wates<br />
6. Kota Besar Yogyakarta<br />
Dengan alasan efisiensi, pada tahun 1951, kabupaten Adikarto yang beribukota di Wates digabung dengan kabupaten Kulon Progo yang beribukota di Sentolo menjadi Kabupaten Kulon Progo dengan ibu kota Wates. Penggabungan kedua daerah ini berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 1951 (Lembaran Negara Tahun 1951 Nomor 101). Semua UU mengenai pembentukan DIY dan Kabupaten dan Kota di dalam lingkungannya, dibentuk berdasarkan UU Pokok tentang Pemerintah Daerah (UU No 22 Tahun 1948).<br />
Selanjutnya, demi kelancaran tata pemerintahan, sesuai dengan mosi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6/1952 tertanggal 24 September 1952, daerah-daerah enclave Imogiri, Kota Gede, dan Ngawen dilepaskan dari Propinsi Jawa Tengah dan kabupaten-kabupaten yang bersangkutan kemudian dimasukkan ke dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan kabupaten-kabupaten yang wilayahnya melingkari daerah-daerah enclave tersebut.<br />
Penyatuan enclave-enclave ini berdasarkan UU Darurat Nomor 5 Tahun 1957 (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 5) yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU Nomor 14 Tahun 1958 (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1562).<br />
Daftar Kabupaten/Kota<br />
No. Kabupaten/Kota Ibu kota<br />
1 Kabupaten Bantul<br />
Bantul<br />
2 Kabupaten Gunung Kidul<br />
Wonosari<br />
3 Kabupaten Kulon Progo<br />
Wates<br />
4 Kabupaten Sleman<br />
Sleman<br />
5 Kota Yogyakarta<br />
-<br />
Daftar gubernur<br />
No. Nama Dari Sampai Keterangan<br />
1. ISKS Hamengkubuwono IX<br />
1945<br />
1988<br />
Masa jabatan seumur hidup, NIP 010000001.<br />
2. KGPAA Paku Alam VIII<br />
1988<br />
1998<br />
Wakil Gubernur, melaksanakan tugas Gubernur dalam jabatan Penjabat Gubernur, Masa jabatan seumur hidup, NIP 010064150.<br />
3. ISKS Hamengkubuwono X<br />
3 Oktober 1998<br />
2003<br />
Masa jabatan pertama.<br />
4. ISKS Hamengkubuwono X<br />
2003<br />
2008<br />
Masa jabatan kedua.<br />
5. ISKS Hamengkubuwono X<br />
2008<br />
2011<br />
Perpanjangan masa jabatan kedua.</p>
<p>Perwakilan<br />
Daerah Istimewa Yogyakarta mengirim sembilan wakil ke DPR RI dan empat wakil ke DPD.<br />
DPRD DI Yogyakarta hasil Pemilihan Umum Legislatif 2009 tersusun dari sepuluh partai, dengan perincian sebagai berikut:[4]<br />
Partai Kursi %<br />
PDI-P<br />
11 -<br />
Partai Demokrat<br />
10 -<br />
PAN<br />
8 -<br />
Partai Golkar<br />
7 -<br />
PKS<br />
7 -<br />
PKB<br />
5 -<br />
Partai Gerindra<br />
3 -<br />
PPP<br />
2 -<br />
Partai Hanura<br />
1 -<br />
PKPB<br />
1 -<br />
Total 55 100,0<br />
Perekonomian<br />
Sebagian besar perekonomian di Yogyakarta disokong oleh hasil cocok tanam, berdagang, kerajinan (kerajinan perak, kerajinan wayang kulit, dan kerajinan anyaman), dan wisata. Namun ada juga sebagian warga yang hidup dari ekspansi dunia pendidikan seperti rumah kost buat mahasiswa. Merupakan pemandangan yang biasa ketika anda sampai di Stasiun Yogyakarta atau di halte khusus tempat perhentian bus-bus pariwisata, anda akan disambut oleh banyak tukang becak. Mereka akan mengantarkan anda ke tempat tujuan mana saja yang layak untuk anda nikmati seperti toko baju, toko bakpia, mal, atau sekadar membeli cinderamata. Anda pun akan heran setelah tukang becak itu mengajak anda berkeliling kota seharian, mereka hanya akan meminta bayaran yang rendah. Mengapa bisa demikian? Ternyata mereka juga sudah mendapat bagian dari mengantarkan anda ke toko-toko tadi.</p>
<p>Transportasi</p>
<p>Stasiun kereta api Yogyakarta.<br />
Transportasi yang ada di Yogyakarta terdiri dari transportasi darat (bus umum, taksi, kereta api, andhong (kereta berkuda), dan becak) dan udara (pesawat terbang)Bandara Adi Sutjipto. Pada awal Maret 2008, pemerintah DIY telah mengoperasikan bis TransJogja sebagai usaha untuk membuat transportasi di kota ini nyaman, murah dan andal.<br />
Jalan-jalan di Yogyakarta kini sudah lebih rapi dan bersih dibandingkan tahun-tahun terdahulu karena komitmen pemerintah daerah Yogyakarta untuk menjadikan Yogyakarta sebagai kota pariwisata (terbukti dengan dibuatnya TV raksasa di salah satu jalan raya Yogyakarta untuk berpromosi dan papan stasiun kereta api). Walaupun demikian, jalan-jalan di Yogyakarta juga tergolong sering mengalami kemacetan.<br />
Pendidikan<br />
Kota Yogyakarta selain dijuluki sebagai Kota Gudeg, juga dijuluki Kota Pelajar. Di kota ini terdapat universitas negeri tertua di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga berbagai universitas swasta terkenal lainnya seperti UPN &#8220;Veteran&#8221;, AMIKOM, STMIK AKAKOM,Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD),STIE YKPN, STIE SBI, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Islam Indonesia (UII) yang merupakan universitas swasta tertua di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Atmajaya yogyakarta (UAJY), Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), dan lain sebagainya, selain Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Sunan Kalijaga)dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dan beberapa program kejuruan yang menawarkan jenjang D3 sepereti POLISENI, POLTEKES, dll. Bisa dikatakan bahwa di kota ini sebagian besar penduduknya relatif memiliki pendidikan sampai tingkat SMU.<br />
Budaya<br />
Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta akan sangat sering menyaksikan dan bahkan, mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya di kota ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri, tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Tradisi juga pasti tidak lepas dari kesenian yang disajikan dalam upacara-upacara tradisi tersebut. Kesenian yang dimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam. Dan kesenian-kesenian yang beraneka ragam tersebut terangkai indah dalam sebuah upacara adat. Sehingga bagi masyarakat Yogyakarta, seni dan budaya benar-benar menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Kesenian khas di Yogyakarta antara lain adalah kethoprak, jathilan, dan wayang kulit.<br />
Tempat Wisata Menarik<br />
Objek wisata yang menarik di Yogyakarta: Malioboro, Kebun Binatang Gembiraloka, Istana Air Taman Sari, Monumen Jogja Kembali, Museum Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, Lereng Merapi, Kaliurang, Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Samas, Goa Selarong, Candi Prambanan, Candi Kalasan, dan Kraton Ratu Boko. Sekitar 40 km dari barat laut Yogyakarta terdapat Candi Borobudur, yang ditetapkan pada tahun 1991 sebagai Warisan Dunia UNESCO. Yogyakarta terkenal dengan makanan yang enak, murah, bergizi sekaligus membuat kangen orang-orang yang pernah singgah atau berdomisili di kota ini. Ada angkringan dengan menu khas mahasiswa, ada bakmi godhog di Pojok Beteng, sate kelinci di Kaliurang plus jadah Mbah Carik, sate karang Kotagedhe, sego abang Njirak Gunung Kidul dan masih banyak tempat wisata kuliner yang lain.<br />
Di wilayah selatan kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Wonokromo, terdapat Sate Klathak.<br />
Sumber : wikipedia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deena25.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deena25.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deena25.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deena25.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deena25.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deena25.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deena25.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deena25.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deena25.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deena25.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deena25.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deena25.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deena25.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deena25.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=10&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deena25.wordpress.com/2009/09/19/daerah-istimewa-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81117d43dbc148e3ee0b71b5578f8714?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deena25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FOSIL</title>
		<link>http://deena25.wordpress.com/2009/09/19/fosil/</link>
		<comments>http://deena25.wordpress.com/2009/09/19/fosil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 03:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deena25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deena25.wordpress.com/2009/09/19/fosil/</guid>
		<description><![CDATA[Fosil, dari bahasa Latin fossa yang berarti &#8220;menggali keluar dari dalam tanah&#8221;, adalah sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Oleh para pakar dibedakan beberapa macam fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar, fosil ter, seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=9&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fosil, dari bahasa Latin fossa yang berarti &#8220;menggali keluar dari dalam tanah&#8221;, adalah sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Oleh para pakar dibedakan beberapa macam fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar, fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di Kalifornia. Hewan atau tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup. Fosil yang paling umum adalah kerangka yang tersisa seperti cangkang, gigi dan tulang. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan.Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi, yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh arkeologi.<br />
secara singkat definisi dari fosil harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:<br />
1. Sisa-sisa organisme.<br />
2. Terawetkan secara alamiah.<br />
3. Pada umumnya padat/kompak/keras.<br />
4. Berumur lebih dari 11.000 tahun.</p>
<p><span id="more-9"></span><br />
Fosilisasi merupakan proses penimbunan sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang terakumulasi dalam sedimen atau endapan-endapan baik yang mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian ataupun jejaknya saja. Terdapat beberapa syarat terjadinya pemfosilan yaitu antara lain:<br />
1. Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras<br />
2. Mengalami pengawetan<br />
3. Terbebas dari bakteri pembusuk<br />
4. Terjadi secara alamiah<br />
5. Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit<br />
6. Umurnya lebih dari 10.000 tahun yang lalu.<br />
Fosil hidup<br />
Istilah &#8220;fosil hidup&#8221; adalah istilah yang digunakan suatu spesies hidup yang menyerupai sebuah spesies yang hanya diketahui dari fosil. Beberapa fosil hidup antara lain ikan coelacanth dan pohon ginkgo. Fosil hidup juga dapat mengacu kepada sebuah spesies hidup yang tidak memiliki spesies dekat lainnya atau sebuah kelompok kecil spesies dekat yang tidak memiliki spesies dekat lainnya. Contoh dari kriteria terakhir ini adalah nautilus.<br />
Dimana fosil ditemukan?<br />
Kebanyakan fosil ditemukan dalam batuan endapan (sedimen) yang permukaannya terbuka. Batu karang yang mengandung banyak fosil disebut fosiliferus. Tipe-tipe fosil yang terkandung di dalam batuan tergantung dari tipe lingkungan tempat sedimen secara ilmiah terendapkan. Sedimen laut, dari garis pantai dan laut dangkal, biasanya mengandung paling banyak fosil.<br />
Bagaimana Fosil Terbentuk?<br />
Fosil terbentuk dari proses dari proses penghancuran peninggalan organisme yang pernah hidup. Hal ini sering terjadi ketika tumbuhan atau hewan terkubur dalam kondisi lingkungan yang bebas oksigen. Fosil yang ada jarang terawetkan dalam bentuknya yang asli. Dalam beberapa kasus, kandungan mineralnya berubah secara kimiawi atau sisa-sisanya terlarut semua sehingga digantikan dengan cetakan.</p>
<p>Pemanfaatan Fosil<br />
Fosil penting untuk memahami sejarah batuan sedimen bumi. Subdivisi dari waktu geologi dan kecocokannya dengan lapisan batuan tergantung pada fosil.Organisme berubah sesuai dengan berjalannya waktu dan perubahan ini digunakan untuk menandai periode waktu. Sebagai contoh, batuan yang mengandung fosil graptolit harus diberi tanggal dari era paleozoikum. Persebaran geografi fosil memungkinkan para ahli geologi untuk mencocokan susunan batuan dari bagian-bagian lain di dunia.<br />
SUNBER:WIKIPEDIA BAHASA INDONESIA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deena25.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deena25.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deena25.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deena25.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deena25.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deena25.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deena25.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deena25.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deena25.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deena25.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deena25.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deena25.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deena25.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deena25.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=9&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deena25.wordpress.com/2009/09/19/fosil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81117d43dbc148e3ee0b71b5578f8714?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deena25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://deena25.wordpress.com/2009/09/11/7/</link>
		<comments>http://deena25.wordpress.com/2009/09/11/7/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 04:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deena25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deena25.wordpress.com/2009/09/11/7/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=7&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-6" title="glitterfy234121T571D30" src="http://deena25.files.wordpress.com/2009/09/glitterfy234121t571d30.gif?w=500" alt="glitterfy234121T571D30"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deena25.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deena25.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deena25.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deena25.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deena25.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deena25.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deena25.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deena25.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deena25.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deena25.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deena25.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deena25.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deena25.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deena25.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=7&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deena25.wordpress.com/2009/09/11/7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81117d43dbc148e3ee0b71b5578f8714?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deena25</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deena25.files.wordpress.com/2009/09/glitterfy234121t571d30.gif" medium="image">
			<media:title type="html">glitterfy234121T571D30</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>karnaval wonosari</title>
		<link>http://deena25.wordpress.com/2009/09/04/karnaval-wonosari/</link>
		<comments>http://deena25.wordpress.com/2009/09/04/karnaval-wonosari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 06:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deena25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deena25.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[hayy&#8230; kmaren kan ada karnaval kan di wonosari&#8230;nah aku kmaren ikut lohhh&#8230; asik cuyyy&#8230;aku capex bdg kmaren mana panas lge..tp gag papa dinx sru koqq.. banyak bdg yg ikd&#8230;cnthny nichhh smp1wno,smp2wno,smk2,smk1..deelel&#8230; akehh pokoke sru&#8230;punyaku (smp1wno)dpt peringkat pertama lohhh<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=3&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hayy&#8230;</p>
<p>kmaren kan ada karnaval kan di wonosari&#8230;nah aku kmaren ikut lohhh&#8230;</p>
<p>asik cuyyy&#8230;aku capex bdg kmaren mana panas lge..tp gag papa dinx sru koqq..</p>
<p>banyak bdg yg ikd&#8230;cnthny nichhh smp1wno,smp2wno,smk2,smk1..deelel&#8230;</p>
<p>akehh pokoke sru&#8230;punyaku (smp1wno)dpt peringkat pertama lohhh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deena25.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deena25.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deena25.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deena25.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deena25.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deena25.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deena25.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deena25.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deena25.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deena25.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deena25.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deena25.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deena25.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deena25.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=3&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deena25.wordpress.com/2009/09/04/karnaval-wonosari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81117d43dbc148e3ee0b71b5578f8714?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deena25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://deena25.wordpress.com/2009/09/04/hello-world/</link>
		<comments>http://deena25.wordpress.com/2009/09/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 06:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deena25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=1&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deena25.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deena25.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deena25.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deena25.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deena25.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deena25.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deena25.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deena25.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deena25.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deena25.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deena25.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deena25.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deena25.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deena25.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deena25.wordpress.com&amp;blog=9320903&amp;post=1&amp;subd=deena25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deena25.wordpress.com/2009/09/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81117d43dbc148e3ee0b71b5578f8714?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deena25</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
